Maps: 5.4460419,95.4909934
Deskripsi:
Sumber:
Deskripsi:
Administrasi Pemerintahan:
Pulo, Mukim Lamteuba, kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, provinsi Aceh.
Bentuk:
Ketinggian:
1,810 meter Dpl (5,940 ft)
Letusan Terakhir((Volcanic Explosivity Index):
1839 (letusan ke 2)
Kondisi Fisik:
Gunung Seulawah Agam terbentuk akibat pertemuan lempeng Indo-Australia yang bergerak relatif ke utara, menujam di bawah Lempeng Kerak Benua Eurasia.
Akibat penujaman itu maka terjadi proses peleburan (melting) kerak
Samudera Indo-Autralia menjadi magma, yang kemudian menerobos
kepermukaan melewati zona lemah dan kemudian membentuk Gunung Seulawah
Agam.
Kawah Seulawah Agam dikenal sebagai Kawah
Heutsz dan ada juga yang menyebut kawahnya sebagai Tanah Simpago.
Iklim:
Kawasan Seulawah dengan suhu udara minimum 19-21 C dan maksimum 25-30 C
dengan curah hujan yang berkisar 2.000 – 2.500 mm pertahun. Dengan kondisi alam yang sejuk dan curah hujan yang tinggi.
Keterangan Pendukung:
Gunung ini memiliki nama-nama lain seperti, Solawa Agam, Solawaik Agam,
Selawadjanten, dan Goldberg.
Seulawah adalah nama gunung yang dikenal oleh masyarakat aceh dengan
puncaknya Seulawah Agam dan Seulawah Dara dan juga sebagai Kawasan
Penyangga Ekosistem Leuser, Kawasan ini memiliki luas lebih kurang 1,4
juta ha yang meliputi wilayah Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh
Besar, Pidie, Bireun dan Aceh Tengah.
bermacam jenis Flora dan fauna seperti : Gajah yang di kenal dengan
legenda Pocut Meurahnya, rusa, harimau, beruang, kancil, babi hutan,
tenggiling, Landak dan ular, juga terdapat berbagai macam jenis burung
yang selalu menghiasi kawasan ini.
Selain itu, luasnya bukit yang terjal yang diselimuti oleh berbagai macam jenis kayu
seperti meranti, copat, cemara, beramah, urip, deriam dan semantuk
sehingga menjadi penyangga kehidupan bagi makhluk hidup di kawasan
tersebut.
Wilayah Konservasi:
Cagar Alam Hutan Pinus Janthoi; Tahura Cut Nyak DhienSumber:
Comments
Post a Comment