Unit
Pelaksana Teknis
|
:
|
BKSDA Nusa Tenggara Barat
|
Propinsi
|
:
|
Nusa Tenggara Barat
|
Kabupaten
|
:
|
Sumbawa
|
Luas
(Hektar)
|
:
|
100
|
No. SK
|
:
|
Surat Keputusan Menhutbun No.418/Kpts-II/1999
|
Tanggal SK
|
:
|
15 juni 1999
|
KEADAAN FISIK KAWASAN
Secara administratif, terletak di Desa Klungkung, Kecamatan Batu Lantee, Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Taman Wisata Alam Semongkat memiliki ketinggian 1730 m dpl dengan topografi yang terus meninggi sampai puncak dan memiliki kelerengan 10 – 30 %.
Menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson, TWA Semongkat memiliki tipe iklim D. Musim hujan umumnya jatuh pada bulan November hingga bulan April. Pada musim hujan rata-rata curah hujan 2358 mm per tahun dengan rata-rata hari hujan 1134 hari per tahun.
Formasi geologi di TWA Semongkat terdiri dari jenis batuan induk dengan jenis abu vulkan intermedier sedangkan jenis tanah yang terdapat di lokasi ini adalah grumusol kelabu tua yang memiliki kedalaman solum antara 4 – 7 cm serta struktur tanah yang kasar dan memiliki tingkat kesuburan sedang.
Secara administratif, terletak di Desa Klungkung, Kecamatan Batu Lantee, Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Taman Wisata Alam Semongkat memiliki ketinggian 1730 m dpl dengan topografi yang terus meninggi sampai puncak dan memiliki kelerengan 10 – 30 %.
Menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson, TWA Semongkat memiliki tipe iklim D. Musim hujan umumnya jatuh pada bulan November hingga bulan April. Pada musim hujan rata-rata curah hujan 2358 mm per tahun dengan rata-rata hari hujan 1134 hari per tahun.
Formasi geologi di TWA Semongkat terdiri dari jenis batuan induk dengan jenis abu vulkan intermedier sedangkan jenis tanah yang terdapat di lokasi ini adalah grumusol kelabu tua yang memiliki kedalaman solum antara 4 – 7 cm serta struktur tanah yang kasar dan memiliki tingkat kesuburan sedang.
POTENSI BIOTIK KAWASAN
Ekosistem;
Didominasi oleh pohon-pohon jenis lokal seperti Ketimus (Protium javanicum), Tempoak (Eugenis denisflora), Rapat Bewe (Drypetes langiflora), serta Kukin (Schoutenia ovata).
Berikut rincian flora di wilayah konservasi ini:
potensi satwa yang ada antara lain Cerucuk (Pycnonotus goiavier), Srigunting (Dicrurus sp), Elang Bondol (Haliastur Indus), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Sus scrova) dan Ayam Hutan (Gallus sp).
Aves; Z. wallacei, R. diluta sumbawensis ,dan P. lansbergei, D. igniferum , D.annae, dan L. lombokia, dan C. dihertyi, G. maugei dan D. densus bimaensis
Ekosistem;
- Gunung:-
- Danau: -
- Sungai:-
Didominasi oleh pohon-pohon jenis lokal seperti Ketimus (Protium javanicum), Tempoak (Eugenis denisflora), Rapat Bewe (Drypetes langiflora), serta Kukin (Schoutenia ovata).
Berikut rincian flora di wilayah konservasi ini:
Endemik: -
Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;potensi satwa yang ada antara lain Cerucuk (Pycnonotus goiavier), Srigunting (Dicrurus sp), Elang Bondol (Haliastur Indus), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Babi Hutan (Sus scrova) dan Ayam Hutan (Gallus sp).
Aves; Z. wallacei, R. diluta sumbawensis ,dan P. lansbergei, D. igniferum , D.annae, dan L. lombokia, dan C. dihertyi, G. maugei dan D. densus bimaensis
Berikut rincian fauna yang diidentifikasi di wilayah konservasi ini:
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Location:
Sumber:
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Location:
koordinat: -8.5990551,117.1598713 |
Comments
Post a Comment