Unit
Pelaksana Teknis
|
:
|
BKSDA Sulawesi Selatan
|
Propinsi
|
:
|
Sulawesi Selatan
|
Kabupaten
|
:
|
Bone
|
Luas
(Hektar)
|
:
|
3.125,00
|
No. SK
|
:
|
Surat Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 197/Kpts-II/1993
|
Tanggal SK
|
:
|
27 Februari 1993
|
KEADAAN FISIK KAWASAN
Secara administratif, Taman Wisata Alam Cani Sirenreng terletak di Desa Cani Sirenreng, Desa Tellu Boccoe dan Desa Tadang Palie, Kabupaten Bone, Propinsi Sulawesi Selatan.
TWA Cani Sirenreng termasuk dalam tipe ekosistem hujan tropis zona hutan hujan bawah dengan jenis tumbuhan yang sangat bervariasi. Berdasarkan tipe iklim Schmidt dan Ferguson kawasan ini termasuk dalam tipe C. Kawasan ini memiliki bulan basah dengan curah hujan 176mm-266 mm yang terjadi pada bulan November sampai dengan bulan Maret sedangkan bulan kering curah hujan 2mm-144 mm terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober dengan jumlah hari hujan adalah 171 hari. Curah hujan rata-rata 3000 mm/th, temperatur 25-30'C atau 25,9-27,9'C, Kelembaban nisbi 40%-60% atau 76%-90% dan kecepatan angin rata-rata 2,5 knot.
Bentangan alam yang berbukit dan berlembah dengan kemiringan lereng 0-45%. Konfigurasi umum lahan terbangun lereng dan bukit, dengan keadaan lapang tanah kering dan ketinggian 100-686 m dpl. Kondisi tanah berupa kompleks mediteran klat regusol dan litosol.
POTENSI BIOTIK KAWASAN
Ekosistem;
Secara administratif, Taman Wisata Alam Cani Sirenreng terletak di Desa Cani Sirenreng, Desa Tellu Boccoe dan Desa Tadang Palie, Kabupaten Bone, Propinsi Sulawesi Selatan.
TWA Cani Sirenreng termasuk dalam tipe ekosistem hujan tropis zona hutan hujan bawah dengan jenis tumbuhan yang sangat bervariasi. Berdasarkan tipe iklim Schmidt dan Ferguson kawasan ini termasuk dalam tipe C. Kawasan ini memiliki bulan basah dengan curah hujan 176mm-266 mm yang terjadi pada bulan November sampai dengan bulan Maret sedangkan bulan kering curah hujan 2mm-144 mm terjadi pada bulan Mei sampai dengan bulan Oktober dengan jumlah hari hujan adalah 171 hari. Curah hujan rata-rata 3000 mm/th, temperatur 25-30'C atau 25,9-27,9'C, Kelembaban nisbi 40%-60% atau 76%-90% dan kecepatan angin rata-rata 2,5 knot.
Bentangan alam yang berbukit dan berlembah dengan kemiringan lereng 0-45%. Konfigurasi umum lahan terbangun lereng dan bukit, dengan keadaan lapang tanah kering dan ketinggian 100-686 m dpl. Kondisi tanah berupa kompleks mediteran klat regusol dan litosol.
POTENSI BIOTIK KAWASAN
Ekosistem;
- Gunung:-
- Danau: -
- Sungai:-
Flora;
Identifikasi sementara di kawasan ini, tipe ekosistem zona hutan hujan bawah dengan vegetasi tingkat atas di Taman Wisata Alam Cani Sirenreng berupa Nyato (Plaqium batanense), Lantana (Lantana sp.), Pangi (Pangium edulis), Bitti (Vitex covassa), Ara (Ficus spp.), Anruling (Pesonia umbeliformis), Kenanga (Cananga odonata), Kemiri (Aleuritas moluccana), Ketapang (Terminalia catampa), Enau (Arenga spp.), Cenrana (Pterocarpus indicus), Kayu hitam (Dyospiros celebica). Vegetasi tingkat bawah di antaranya adalah rotan (Calamus spp.).
Selain itu potensi Anggrek:
Berdasarkan tempat tumbuhnya, terdapat 18 jenis yang termasuk anggrek epifit, antara lain; Coelogyne sp., Dendrobium bicaudatum, Dendrobium crumenatum, Dendrobium ps., eudoconantum, Cymbidium finlaysonianum, Eria sp., Aerides sp., Bulbophyllum sp., Cylochista sp., Trichoglottis geminata, P. amabilis, Luisia sp., Pteroceras fraternum, Acriopsis sp., dan Oberonia sp.
Adapun jenis pohon inang yang biasa menjadi habitat anggrek epifit antara lain; Cycas rhumpii, Ficus sp., Hydnophytum sp., Mangifera sp., Szygium sp.
Sedangkan jenis anggrek tanah yang berhasil di koleksi meliputi; Phaius tankervilleae, Nervilia aragona, Malaxis carinatifolia, Malaxis sp.1, Habenaria sp., Spathoglottis plicata, Pachystoma sp., Liparis sp., Calanthe triplicata dan D. lancifolium.
Anggrek di kawasan TWA Cani Sirenreng yang frekuensi dan kelimpahannya terbatas adalah; Luisia sp., Bulbophyllum sp., Cylochista sp., Phaius tankervilleae, Liparis sp. dan Malaxis carinatifolia, Berikut rincian flora di kawasan konservasi ini:
Endemik: -
Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;
Identifikasi sementara di kawasan ini,..?
Identifikasi sementara di kawasan ini, tipe ekosistem zona hutan hujan bawah dengan vegetasi tingkat atas di Taman Wisata Alam Cani Sirenreng berupa Nyato (Plaqium batanense), Lantana (Lantana sp.), Pangi (Pangium edulis), Bitti (Vitex covassa), Ara (Ficus spp.), Anruling (Pesonia umbeliformis), Kenanga (Cananga odonata), Kemiri (Aleuritas moluccana), Ketapang (Terminalia catampa), Enau (Arenga spp.), Cenrana (Pterocarpus indicus), Kayu hitam (Dyospiros celebica). Vegetasi tingkat bawah di antaranya adalah rotan (Calamus spp.).
Selain itu potensi Anggrek:
Berdasarkan tempat tumbuhnya, terdapat 18 jenis yang termasuk anggrek epifit, antara lain; Coelogyne sp., Dendrobium bicaudatum, Dendrobium crumenatum, Dendrobium ps., eudoconantum, Cymbidium finlaysonianum, Eria sp., Aerides sp., Bulbophyllum sp., Cylochista sp., Trichoglottis geminata, P. amabilis, Luisia sp., Pteroceras fraternum, Acriopsis sp., dan Oberonia sp.
Adapun jenis pohon inang yang biasa menjadi habitat anggrek epifit antara lain; Cycas rhumpii, Ficus sp., Hydnophytum sp., Mangifera sp., Szygium sp.
Sedangkan jenis anggrek tanah yang berhasil di koleksi meliputi; Phaius tankervilleae, Nervilia aragona, Malaxis carinatifolia, Malaxis sp.1, Habenaria sp., Spathoglottis plicata, Pachystoma sp., Liparis sp., Calanthe triplicata dan D. lancifolium.
Anggrek di kawasan TWA Cani Sirenreng yang frekuensi dan kelimpahannya terbatas adalah; Luisia sp., Bulbophyllum sp., Cylochista sp., Phaius tankervilleae, Liparis sp. dan Malaxis carinatifolia, Berikut rincian flora di kawasan konservasi ini:
Endemik: -
Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;
Identifikasi sementara di kawasan ini,..?
Berikut rincian fauna yang diidentifikasi di wilayah konservasi ini:
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Location:
Sumber: Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Location:
koordinat: -4.6994323,118.3936447 |
- -
Comments
Post a Comment