Unit
Pelaksana Teknis
|
:
|
BKSDA Sulawesi Tenggara
|
Propinsi
|
:
|
Sulawesi Tenggara
|
Kabupaten
|
:
|
Muna
|
Luas
(Hektar)
|
:
|
635,16
|
No. SK
|
:
|
Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: 208/ Kpts-II/1994
|
Tanggal SK
|
:
|
30 April 1994 |
KEADAAN FISIK KAWASAN
Secara administrasi pemerintahan, kawasan cagar alam ini terletak di Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna.
Berada pada ketinggian 2 – 10 di atas permukaan laut (dpl) dengan topografi sebagian besar datar dengan kemiringan lereng berkisar antara 0 – 5%. Berdasarkan Peta Tanah Provinsi Sulawesi Tenggara CA Napabalano memiliki jenis tanah mediteranian, dengan jenis batuan menurut Peta Tematik Intag Pusat P dan P skala 1 : 2.500 Provinsi Sulawesi Tenggara termasuk jenis pratersier
Tipe iklim CA Napabalano menurut Schmidt dan Ferguson termasuk tipe D dengan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 1.848 mm, kelembaban 80% dan suhu berkisar antara 24° hingga 33°C. Musim hujan biasanya jatuh pada bulan Januari – Juni, sedangkan musim kemarau pada bulan Juli – Desember. Secara umum kawasan ini dipengaruhi oleh angin laut yang bertiup cukup kencang setiap hari karena letaknya yang berbatasan langsung dengan perairan laut Tampo.
POTENSI BIOTIK KAWASAN
Ekosistem;
Identifikasi sementara di kawasan ini yaitu: Jati (Tectona grandis); Beringin (Ficus benyamina); Bayam (Intsia bijuga); Waru (Hibiscus tiliaceus); Eha (Castanopsis buruana); Gito-gito (Diospyros pilosanthera); Asam (Tamarindus sp.); Cendana (Pterocarpus indicus); Damar (Canarium sp.);Soni (Palaquium spp.); Rotan (Calamus sp.); Pandan hutan (Pandanus sp.)
Berikut rincian flora di kawasan konservasi ini:
Endemik: -
Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;
Identifikasi sementara di kawasan ini yaitu: Bajing (Callosciurus sp.); Babi hutan (Sus spp.); Monyet hitam Sulawesi (Macaca ochreata); Kus-kus (Phalanger sp.); Biawak (Varanus spp.); Ayam hutan (Gallus gallus); Rangkong (Aceros cassidix); Raja udang (Halcyon coromanda); Merpati hutan (Ducula aenea); Pelatuk besi (Mulleripicus fulvus); Nuri (Tanignathus megalorynchos)
Ekosistem;
- Gunung:-
- Danau: -
- Sungai:-
Identifikasi sementara di kawasan ini yaitu: Jati (Tectona grandis); Beringin (Ficus benyamina); Bayam (Intsia bijuga); Waru (Hibiscus tiliaceus); Eha (Castanopsis buruana); Gito-gito (Diospyros pilosanthera); Asam (Tamarindus sp.); Cendana (Pterocarpus indicus); Damar (Canarium sp.);Soni (Palaquium spp.); Rotan (Calamus sp.); Pandan hutan (Pandanus sp.)
Berikut rincian flora di kawasan konservasi ini:
Endemik: -
Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;
Identifikasi sementara di kawasan ini yaitu: Bajing (Callosciurus sp.); Babi hutan (Sus spp.); Monyet hitam Sulawesi (Macaca ochreata); Kus-kus (Phalanger sp.); Biawak (Varanus spp.); Ayam hutan (Gallus gallus); Rangkong (Aceros cassidix); Raja udang (Halcyon coromanda); Merpati hutan (Ducula aenea); Pelatuk besi (Mulleripicus fulvus); Nuri (Tanignathus megalorynchos)
Berikut rincian fauna yang diidentifikasi di wilayah konservasi ini:
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Comments
Post a Comment