Unit
Pelaksana Teknis
|
:
|
Balai Taman Nasional Bukit Duabelas
|
Propinsi
|
:
|
Jambi
|
Kabupaten
|
:
|
Sarolangun, Bungo Tebo,
dan Batanghari |
Luas
(Hektar)
|
:
|
± 60.500 hektar
|
No. SK
|
:
|
SK Menhut Nomor : 258/Kpts-II/2000,
|
Tanggal SK
|
:
|
28 Agustus 2000
|
KEADAAN FISIK KAWASAN
Taman Nasional Bukit Duabelas merupakan salah satu kawasan hutan hujan
tropis dataran rendah di Provinsi Jambi. Semula kawasan ini merupakan
kawasan hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan areal
penggunaan lain yang digabung menjadi taman nasional. Hutan alam yang
masih ada terletak di bagian Utara taman nasional ini, sedangkan yang
lainnya merupakan hutan sekunder.
Kawasan taman nasional ini berada di ketinggian 50 – 450 meter di atas permukaan laut, merupakan daerah tangkapan air yang sangat
penting bagi DAS Sungai Batanghari. Dari dalam kawasan terdapat banyak
sungai dan anak sungai yang airnya berasal dari dalam kawasan. Kawasan
ini juga merupakan wilayah pengembaraan masyarakat asli Suku Anak Dalam
(Orang Rimba) yang telah menjadikan kawasan ini sebagai pusat
kebudayaan dan penghidupan, dimana adat dan kebiasaan mereka relative
masih utuh dan sangat dijaga.
Berdasarkan Peta Tanah Eksplorasi Propinsi Jambi, jenis tanah di
kawasan ini adalah Podsolik merah kuning dan alluvial. Tanah jenis ini
bersifat miskin hara dan mengandung tingkat kepekaan yang tinggi
terhadap erosi.
Taman Nasional Bukit Duabelas memiliki topografi datar sampai bergelombang dengan duabelas bukit di dalamnya, yaitu Gunung Bernyanyi, Gunung Panggang (± 328 m. dpl), Bukit Kuran (± 438 m. dpl)., Bukit Teregang, Bukit Punai Banyak, Bukit Suban, Bukit Tiga Beradik, Bukit Benteng, Bukit Betempo, Bukit Penyeding, Bukit Beton, dan Bukit Enau.Menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson (1951) termasuk tipe iklim A dengan curah hujan berkisar antara 3.294 mm sampai 3.669 mm per tahun dengan jumlah bulan basah berkisar antara 10 – 11 bulan.
Taman Nasional Bukit Duabelas memiliki topografi datar sampai bergelombang dengan duabelas bukit di dalamnya, yaitu Gunung Bernyanyi, Gunung Panggang (± 328 m. dpl), Bukit Kuran (± 438 m. dpl)., Bukit Teregang, Bukit Punai Banyak, Bukit Suban, Bukit Tiga Beradik, Bukit Benteng, Bukit Betempo, Bukit Penyeding, Bukit Beton, dan Bukit Enau.Menurut klasifikasi Schmidt dan Fergusson (1951) termasuk tipe iklim A dengan curah hujan berkisar antara 3.294 mm sampai 3.669 mm per tahun dengan jumlah bulan basah berkisar antara 10 – 11 bulan.
POTENSI BIOTIK KAWASAN
Ekosistem;
Ekosistem;
- Gunung:-
- Danau: -
- Sungai: -
Jenis tumbuhan yang ada antara lain bulian ( Eusideroxylon zwageri ),
meranti ( Shorea spp.), menggeris/kempas ( Koompassia excelsa ),
jernang ( Daemonorops draco ), ampupu ( Eucalyptus alba ), bungur (
Lagestromia speciosa ), bayur ( Pterospermum spp), bangkirai ( Shorea
laevifolia ), cengal ( Hopea cengal ), durian ( Durio carinatus ),
geronggang ( Cratoxylon arcecrescen ), giam ( Cotylelobium spp),
jelutung ( Dyera costulata ), keruing ( Dipterocarpus avendiculatus ),
kulim ( Schorodocarpus borneensis ), rengas ( Gluta renghas ), nyatoh (
Palaquium spp), damar ( Agathis sp.), dan rotan ( Calamus sp.), serta
terdapat kurang lebih 120 jenis tumbuhan termasuk cendawan.
pembagian flora yang ter identifikasi:
Tumbuhan Obat: Jenis tumbuhan obat yang ditemukan di Taman Nasional Bukit Duabelas meliputi 128 jenis yang terdiri dari 101 jenis tanaman obat dan 27 jenis cendawan obat. Jenis-jenis tumbuhan obat tersebut sudah dimanfaatkan oleh komunitas Orang Rimba untuk mencegah dan mengobati penyakit. Sebagian besar tumbuhan obat masih tergolong tumbuhan liar/belum di budidayakan.
Tumbuhan Anggrek: Tidak kurang dari 41 jenis anggrek dari 18 marga yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas, diantaranya adalah:
Pohon Penghasil Getah: Pohon Jelutung (Dyera costulata), jenis pohon yang disadap Orang Rimba untuk diambil getahnya (Getah Jelutung), Styrax benzoin.
Pohon Penghasil Kayu: Beberapa pohon penghasil kayu penting dan langka yang terdapat di Taman Nasional Bukit Duabelas, antara lain : Pohon Tembesu (Fragraea fragrans) yang kayunya memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diburu oleh para penebang kayu
Pohon Penghasil Buah: Pohon buah Durio sp atau durian daun dalam sebutan Orang Rimba merupakan plasma nutfah yang bernilai tinggi untuk pengembangan kualitas durian Indonesia. Pohon buah Tengguli dalam sebutan Orang Rimba atau Gardenia augusta dari suku Rubiaceae. Buah tengguli matang memiliki rasa manis, mirip perpaduan antara rasa buah apel dan buah pisang.
Pohon Penghasil Daun Untuk Atap: Pohon manggis-manggisan dengan nama botani Garccinia nervosa atau oleh Orang Rimba disebut bengkal, berdaun lebar dengan buah berwarna kuning dan biji berukuran besar. Daun tumbuhan ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk atap rumah sebagai pengganti rumbia, dan dapat bertahan 4-5 Tahun.
Pohon Palem: Jenis palem yang banyak ditemukan di Taman Nasional Bukit Duabelas adalah dari marga Calamus, Areca, Licuala, Pinanga, Orania, Oncosperma dan yang merupakan salah satu kekhasan flora hutan di kawasan ini. Jenis palem kecil (Pinanga sp.nov) yang merupakan jenis baru dari suku Arecaceae, paling tinggi hanya sampai sekitar 80 cm, dengan buah tanpa tangkai yang muncul di ketiak seludang daun dan berwarna merah cerah apabila ranum.
Jenis palem Nengah Gajah (menurut sebutan Orang Rimba) yang tergolong langka dalam dua variasi penampakan, Muring Gejoh Selasih mempunyai batang, pelepah daun dan buah yang berwarna hijau keunguan dan Muring Gejoh Putih yang berwarna hijau terang.
Tumbuhan Rotan: Jenis-jenis rotan yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas sangat beranekaragam, diantaranya adalah : Calamus ornatus, Calamus ciliaris, Rotan Manau ( Calamus manan Miq ),Daemonorops draco (jernang)
pembagian flora yang ter identifikasi:
Tumbuhan Obat: Jenis tumbuhan obat yang ditemukan di Taman Nasional Bukit Duabelas meliputi 128 jenis yang terdiri dari 101 jenis tanaman obat dan 27 jenis cendawan obat. Jenis-jenis tumbuhan obat tersebut sudah dimanfaatkan oleh komunitas Orang Rimba untuk mencegah dan mengobati penyakit. Sebagian besar tumbuhan obat masih tergolong tumbuhan liar/belum di budidayakan.
Tumbuhan Anggrek: Tidak kurang dari 41 jenis anggrek dari 18 marga yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas, diantaranya adalah:
Pohon Penghasil Getah: Pohon Jelutung (Dyera costulata), jenis pohon yang disadap Orang Rimba untuk diambil getahnya (Getah Jelutung), Styrax benzoin.
Pohon Penghasil Kayu: Beberapa pohon penghasil kayu penting dan langka yang terdapat di Taman Nasional Bukit Duabelas, antara lain : Pohon Tembesu (Fragraea fragrans) yang kayunya memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diburu oleh para penebang kayu
Pohon Penghasil Buah: Pohon buah Durio sp atau durian daun dalam sebutan Orang Rimba merupakan plasma nutfah yang bernilai tinggi untuk pengembangan kualitas durian Indonesia. Pohon buah Tengguli dalam sebutan Orang Rimba atau Gardenia augusta dari suku Rubiaceae. Buah tengguli matang memiliki rasa manis, mirip perpaduan antara rasa buah apel dan buah pisang.
Pohon Penghasil Daun Untuk Atap: Pohon manggis-manggisan dengan nama botani Garccinia nervosa atau oleh Orang Rimba disebut bengkal, berdaun lebar dengan buah berwarna kuning dan biji berukuran besar. Daun tumbuhan ini dimanfaatkan masyarakat setempat untuk atap rumah sebagai pengganti rumbia, dan dapat bertahan 4-5 Tahun.
Pohon Palem: Jenis palem yang banyak ditemukan di Taman Nasional Bukit Duabelas adalah dari marga Calamus, Areca, Licuala, Pinanga, Orania, Oncosperma dan yang merupakan salah satu kekhasan flora hutan di kawasan ini. Jenis palem kecil (Pinanga sp.nov) yang merupakan jenis baru dari suku Arecaceae, paling tinggi hanya sampai sekitar 80 cm, dengan buah tanpa tangkai yang muncul di ketiak seludang daun dan berwarna merah cerah apabila ranum.
Jenis palem Nengah Gajah (menurut sebutan Orang Rimba) yang tergolong langka dalam dua variasi penampakan, Muring Gejoh Selasih mempunyai batang, pelepah daun dan buah yang berwarna hijau keunguan dan Muring Gejoh Putih yang berwarna hijau terang.
Tumbuhan Rotan: Jenis-jenis rotan yang hidup di Taman Nasional Bukit Duabelas sangat beranekaragam, diantaranya adalah : Calamus ornatus, Calamus ciliaris, Rotan Manau ( Calamus manan Miq ),Daemonorops draco (jernang)
Berikut rincian flora di wilayah konservasi ini:
Endemik: -...? Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;
Taman nasional ini merupakan habitat berbagai satwa langka, seperti ;
Mamalia; antara lain siamang ( Hylobates syndactylus syndactylus), beruk ( Macaca nemestrina ), macan dahan ( Neofelis nebulosa ), kancil ( Tragulus javanicus ), beruang madu ( Helarctos malayanus ), kijang ( Muntiacus muntjak ), meong congkok ( Prionailurus bengalensis ), lutra Sumatera ( Lutra sumatrana ), ajag ( Cuon alpinus ), kelinci Sumatera ( Nesolagus netscheri ), kukang ( Nycticebus coucang ), kucing hutan ( Felis bengalensis ), harimau sumatera ( Panthera tigris sumatrae ), tapir ( Tapirus indicus ), napu ( Tragulus napu ), rusa sambar ( Cervus unicolor ), dan kambing hutan ( Carpricornis sumatrensis ),
Burung; Antara lain ayam hutan ( Gallus gallus ), rangkong ( Buceros rhinoceros ), raja udang ( Alcedo atthis ), dan elang ular bido ( Spilornis cheela ).
Reptil; Antara lain labi-labi, ular dan biawak ( Varanus salvator ).
Berikut rincian fauna yang diidentifikasi di wilayah konservasi ini:
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Endemik: -...? Lumut ===> click here
Rumput ===> click here
Paku-pakuan ===> click here
Semak ===> click here
Berkayu ===> click here
Mangrove ===> click here
Fauna;
Taman nasional ini merupakan habitat berbagai satwa langka, seperti ;
Mamalia; antara lain siamang ( Hylobates syndactylus syndactylus), beruk ( Macaca nemestrina ), macan dahan ( Neofelis nebulosa ), kancil ( Tragulus javanicus ), beruang madu ( Helarctos malayanus ), kijang ( Muntiacus muntjak ), meong congkok ( Prionailurus bengalensis ), lutra Sumatera ( Lutra sumatrana ), ajag ( Cuon alpinus ), kelinci Sumatera ( Nesolagus netscheri ), kukang ( Nycticebus coucang ), kucing hutan ( Felis bengalensis ), harimau sumatera ( Panthera tigris sumatrae ), tapir ( Tapirus indicus ), napu ( Tragulus napu ), rusa sambar ( Cervus unicolor ), dan kambing hutan ( Carpricornis sumatrensis ),
Burung; Antara lain ayam hutan ( Gallus gallus ), rangkong ( Buceros rhinoceros ), raja udang ( Alcedo atthis ), dan elang ular bido ( Spilornis cheela ).
Reptil; Antara lain labi-labi, ular dan biawak ( Varanus salvator ).
Berikut rincian fauna yang diidentifikasi di wilayah konservasi ini:
Endemik: -
Amfibi ===> click here
Burung:
-Burung Biasa ===> click here
-Burung Penyanyi ===> click here
Ikan ===> click here
Insect ===> click here
Mamalia ===> click here
Reptil ===> click here
Terumbu Karang ===> click here
Location:
Sumber:
pdf: koordinat: -1.91667,101.8731559 |
Comments
Post a Comment